Pages

Sunday, April 22, 2012

6 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN


Behavioral Approaches



1. Pendekatan Perilaku


Behavioral approaches merupakan pendekatan tingkah laku yang subjek masalahnya berfokus pada segala sesuatu yang dapat diamati secara langsung bukan pada proses mental seperti penalaran, perasaan dan motif-motif yang tidak dapat diamati secara langsung. Pendekatan perilaku ini lebih menekankan pada assosiative learning yaitu pembelajaran dalam membuat suatu asosiasi atau hubungan baru dari dua peristiwa yang berbeda.

Saturday, April 21, 2012

Tokoh Psikoanalisa


Sigmund Freud, pemula cikal bakal psikoanalisa, dilahirkan tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di Cekoslowakia, tetapi tadinya termasuk wilayah Kerajaan Austria. Tatkala dia berumur empat tahun, keluarganya pindah ke Wina dan di situlah dia menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Freud seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881. Selama sepuluh tahun berikutnya dia melakukan penyelidikan mendalam di bidang psikologi, membentuk staf klinik psikiatri, melakukan praktek pribadi di bidang neurologi, bekerja di Paris bersama neurolog Perancis kenamaan Jean Charcot dan juga bersama dokter Josef Breuer orang Wina.

Teori Psikologi Gestalt


Max Wertheimer (1880-1943) adalah seseorang yang dianggap sebagai pendiri teori psikologi Gestalt, tetapi ia bekerjasama dengan dua orang temannya, yaitu Kurt Koffka (1886- 1941) dan Wolfgang Kohler (1887-1967). Ketiga tokoh ini memiliki pemikiran yang sama atau searah. Kata Gestalt sesungguhnya telah ada sebelum Wertheimer dan kawan-kawan menggunakannya sebagai nama. Palland (dari Belanda) mengemukakan bahwa pengertian Gestalt telah dikemukakan sejak zaman Yunani Kuno. Menurut Palland, Plato dalam uraiannya mengenai ilmu pasti (matematika) telah menunjukkan bahwa dalam kesatuan bentuk terdapat bagian-bagian atau sifat-sifat yang tidak dapat terlihat pada bagian-bagiannya. Watson sebagai tokoh aliran behaviorisme menentang Wundt (strukturalisme), sementara itu di Jerman juga terjadi arus yang menentang hal yang dikemukakan oleh Wundt dan Tithecener atau kaum strukturalis pada umumnya, yaitu aliran Gestalt yang dipelopori oleh Max Wertheimer dengan artikelnya “On Apparent Movement”, yang terbit pada tahun 1912. Aliran ini juga menentang aliran behaviorisme yang memiliki pandangan yang elementaristik.

PSIKOLOGI INDIVIDU ALLPORT


Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemudian Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi,

Miliki Kesabaran


ORANG yang memiliki kesabaran, tidak mudah putus asa. Kenapa? Karena ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sekalipun didera masalah bertubi-tubi, dia tidak mudah putus asa. Sementara orang yang tidak memiliki kesabaran, jika dibelit persoalan, mungkin langsung ke-cewa dan menyerah pasrah. Orang seperti ini dengan sendirinya tidak bisa menikmati cinta kasih dan pertolongan Tuhan di dalam kehidupannya karena tidak merasakan munculnya kesabaran seba-gai suatu sudut pertahanan yang bisa menguatkan dirinya.