Pages

Thursday, May 17, 2012

Psikologi dan Budaya


Definisi-definisi budaya
Apakah budaya? Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang telah ditanyakan dan dicari jawabnya sejak era Ibnu Khaldun sampai saat ini. Seolah-olah jawaban atas pertanyaan itu tidak pernah ada, atau mungkin ketika ditemukan jawabannya oleh seseorang, maka yang didefinisikan itu (budaya) lantas berubah. Oleh karenanya orang tak pernah sampai pada keputusan final yang disepakati oleh semua orang. Apalagi budaya dilihat dari kacamata berlainan tergantung yang melihatnya. Alhasil konsep budaya berbeda-beda tergantung siapa yang mendefinisikan konsep tersebut.

Pacaran untuk Salaing Berbagi


Pacaran, kata yang mengandung makna kasih sayang, cinta dan pengorbanan. Apakah anggapan ini benar untuk semua situasi?
Pertanyaan ini harus dijawab dengan jujur dan ilmiah, untuk mengungkap adanya cinta semu yang bersemi di balik kata “pacaran”. Cinta semu yang tumbuh dalam pacaran adalah sebuah “kebohongan” yang bersembunyi di balik embel-embel kata cinta dan kata sayang.

Perlukah Memahami Orang Lain?


Pernahkah anda merasa tersisih atau diacuhkan oleh teman atau orang-orang yang ada disekitar anda? Atau anda pernah berdebat dengan seseorang dan anda menganggap lawan debat anda adalah orang yang selalu mencari pembenaran, dan tidak jujur mengakui kebenaran yang anda sampaikan? Atau anda pernah mengalami situasi dimana anda menyampaikan sebuah kabar yang benar, tetapi justru orang-orang menganggap anda sebagai seorang pembohong? Saya rasa situasi seperti ini semua orang pernah mengalaminya.

Optimis dan Percaya Diri


Optimis dan percaya diri adalah sebuah sikap yang positif dalam memandang kehidupan. Tetapi, terkadang sikap optimis dan percaya diri ini jatuh dan merosot 100% menjadi sikap posimitis dan keluguan. Perubahan sikap ini masih dalam keadaan normal, jika seseorang mampu me-menagenya.

Pentingnya Memiliki Sahabat


Memang benar, bahwa manusia tidak akan bisa bertahan hidup tanpa ada orang-orang disekitarnya. Jika alasan keberadaan orang disekitar kita adalah untuk bertahan hidup seperti yang kita pahami selama ini, itu artinya bahwa pola pikir kita masih berada dijaman primitif, keberadaan orang-orang disekitar kita, hanya dijadikan